Filosofi Musik

Musik adalah bahasa yang paling abstrak, yang mampu menggerakkan emosi manusia. Musik berada dimana saja dan kapan saja, menjadi teman setia di semua lini kehidupan manusia. Sangat bisa dipahami jika musik bagi kebanyakan orang adalah sebagai penghibur hati, memberikan rasa senang, mungkin juga memberikan hasil materi yang selama ini muncul di kekuatan industri musik. Intinya bahwa musik sudah menjadi bahasa sehari-hari manusia.

Sementara itu, sudah sejak jaman kuno filosofi musik memainkan peranannya dalam membentuk karakter manusia. Di bawah ini adalah 3 fisosof kuno yang memberikan dasar mengapa musik.

Plato.

Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Anak harus dibekali pendidikan musik, karena (1) musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan (2) musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Pendidikan musik dikatakan berhasil jika mampu membentuk siswa menjadi orang yang tahu mencintai keindahan. Musik mampu membuat suatu negara memiliki kekuatan yang besar serta kejayaan, sebaliknya musik juga mampu mendorong kejahatan dan meruntuhkan pemerintahan. Masyarakat yang bermoral rendah memandang musik hanya sebagai sarana hiburan dan alat bersenang-senang.

Aristhoteles.

Musik berguna bagi pendidikan, politik, kenegaraan, hiburan dan alat terapi kesehatan. Karena musik adalah curahan kekuatan (1) tenaga batin dan (2) tenaga penggambaran – yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan melodi yang berirama. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan.

Phytagoras.

Musik berhubungan erat dengan matematika, bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur; sesuatu yang harmonis seperti musik. Pythagoras mendapat sebutan sebagai “Peletak Dasar Musik Diatonis.

Filosofi Musik

Musik adalah bahasa yang paling abstrak, yang mampu menggerakkan emosi manusia. Musik berada dimana saja dan kapan saja, menjadi teman setia di semua lini kehidupan manusia. Sangat bisa dipahami jika musik bagi kebanyakan orang adalah sebagai penghibur hati, memberikan rasa senang, mungkin juga memberikan hasil materi yang selama ini muncul di kekuatan industri musik. Intinya bahwa musik sudah menjadi bahasa sehari-hari manusia.

Sementara itu, sudah sejak jaman kuno filosofi musik memainkan peranannya dalam membentuk karakter manusia. Di bawah ini adalah 3 fisosof kuno yang memberikan dasar mengapa musik.

Plato.

Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Anak harus dibekali pendidikan musik, karena (1) musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan dan (2) musik adalah pedoman karena syairnya dapat berisi pesan, perintah dan isyarat tertentu. Pendidikan musik dikatakan berhasil jika mampu membentuk siswa menjadi orang yang tahu mencintai keindahan. Musik mampu membuat suatu negara memiliki kekuatan yang besar serta kejayaan, sebaliknya musik juga mampu mendorong kejahatan dan meruntuhkan pemerintahan. Masyarakat yang bermoral rendah memandang musik hanya sebagai sarana hiburan dan alat bersenang-senang.

Aristhoteles.

Musik berguna bagi pendidikan, politik, kenegaraan, hiburan dan alat terapi kesehatan. Karena musik adalah curahan kekuatan (1) tenaga batin dan (2) tenaga penggambaran – yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan melodi yang berirama. Keindahan dapat terjalin ketika ritme, melodi dan harmoni menyatu dalam keteraturan.

Phytagoras.

Musik berhubungan erat dengan matematika, bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Karena alam semesta pun merupakan keseluruhan yang teratur; sesuatu yang harmonis seperti musik. Pythagoras mendapat sebutan sebagai “Peletak Dasar Musik Diatonis.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai